Kamu Content Creator? Cek 5 hal Pembahasan IDN Creators Gathering ini.

By Malia Siza - 4:45 PM



There is a will, theres is a way. Kalau kita punya keinginan atau mimpi, semesta punya cara untuk menguntainya. Ya, pasti ada jalan. Quotes itu yang selalu saya pegang dari dulu. Kayak ini. Ketika keinginan untuk terjun kembali di dunia tulis menulis, dapet undangan dari IDN Creator Network
Bareng sama beberapa anggota Bandung Hijab Blogger


Ada aja jalan untuk terus dapet ilmu nulis dan dikenalin sama orang-orang yang memiliki  wadah untuk para penulis meluaskan isi kepalanya. Seperti IDN. By the way, Ada yang tau nggak IDN?. Bagi yang suka baca news atau artikel-artikel online, pasti pernah baca konten IDN punya.

Salah satu upaya IDN media dalam mempertemukan brand-brand ternama dan para agency dengan creators, IDN Creator Network dibentuk. Uniknya, para creator yang tergabung dalam IDN Creative Network ini tidak selalu harus sebagai seorang selebgram atau youtubers yang udah punya massa banyak. Kok.....kok.... gitu sih?. Nah, unik kan?. Mereka percaya, bahwa influencer yang memiliki engagement sesuai target itu penting, event sekelas mikro influencer. Suara mereka juga sangat diperlukan demi teredukasinya netizen akan suatu produk. Selama, influencer tersebut memiliki keunikan dalam hal konten dan opini.

Kategorinya sendiri dibagi ke beberapa segmen. Ada fashion, Parenthood, Food, Lifestyle, Comedy, Travel, Music, Beauty dan banyak lagi.



Di acara gathering roadshow kali ini yang diadain Minggu 15 April 2018, ada dua pembicara yang tentunya unik dan tidak asing lagi di dunia sosmed. Kak Olivia Lazuardy sama Kak  Ananta Vinnie. Berikut saya jabarin sedikit ya profil para pembicara.


Olivia Lazuardy


Akutu suka foto sama para inspirator, biar ilmunya nular :P

Kecintaannya sama dunia fashion membuatnya fokus dan komit untuk selalu berbagi pengalamannya dan pengetahuannya tentang fashion. Ternyata, bukan hanya fashion, kaka ini merambah juga ke dunia traveling. Kalau mau tau banyak tentang fashion style dan travel diary nya, boleh banget berkunjung ke instagramnya @olivialazuardy atau singgak ke webnya di www.olivialazuardy.com.



Ananta Vinnie


Ananta Vinnie dikenal karena karya-karya mashup dalam bermusiknya yang keren binggo. Fyi, mashap itu merupakan gabungan dari dua atau lebih lagu yang dibentuk jadi satu konten. Nah, beliau ini jagonya. Kamu bisa liat karya-karyanya di @indomusikgram atau meluncur langsung ke akun instagram pribadinya di @anantavinnie.



Apa aja sih yang dibahas di gathering ini My?

Banyak yang dibahas. Mostly tentang pengalaman dua narasumber ini merintis karirnya hingga tips tips mereka sebagai content creators.

5 Hal yang perlu kamu pegang sebagai Content Creators.

  Communication directly with your brands.

pixabay


Komunikasi secara langsung ini diperlukan agar creator dan brand saling paham apa yang diinginkan keduanya. Nggak mau kan udah cape-cape bikin konten, pas diupload eh brandnya ga puas. Disinilah konteks saling memahami itu diperlukan.

Educate the brands. Win win solution.

pixabay


Ada sebagian brand yang cara pemikirannya masih menggunakan gaya marketing yang kurang tepat. Nah, sebagai creator, kita perlu memberikan wawasan dan gambaran akan pasar kita sendiri. Jangan sampai salah market, kalau ga tercapai targetnya, kan jadi sama-sama ga enak yang bisa berujung saling menyalahkan. Huhu....

Be yourself.

pixabay

Satu hal yang selalu diulang dan ditekankan Kak Oliv selama sharing. Dont forget your identity. Be yourself gals!. Kebanyakan para content creator itu ngepost atau sharing moment tentang produk atau brand yang sedang kerjasama dengan mereka. Semua post isinya braaaaand melulu sampai lupa mempost hal-hal yang kita suka atau keseharian kita yang memorable.

Dont worry to say NO!

pixabay

Disarankan untuk tidak menerima semua jenis produk dan brand. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga kredibilitas kita. Misal, konten brand dan produk kita sudah kelas premium, kalau campur sari sama kelas reguler, kedepannya brand yang akan approach jadi mikir-mikir tentang kualitas content creatornya. Nah, jadi ragu deh mereka mau kerjasama dengan kita. Huffttt..... Atau si produk ga cocok sama kita to be honest aja. Bilang sama si brand secara baik-baik alasan kita belum bisa kerjasama.


 Profesional please.

pixabay

Kalau kata Kak Vinnie, dont be greedy geng!. Misal kita udah terima kontrak dengan salah satu brand, please profesional. Meskipun habis kontrak, disarankan sih tidak menerima brand kompetitor. Akan ada nilai minus di porto kita. Kok kamu selingkuh sih L


Hmm...acara ditutup sama foto bareng. Gimana sharingnya? Tambah ilmu nggak?.

serius banget seeh


IDN team and speakers

tebak,dimana aqu? :P


  • Share:

You Might Also Like

8 comments

  1. Jadi inget beberapa orang pernah japri aku nanya gimana caranya nolak kerjasama dengan brand yang nggak sesuai dengan keinginannya. Ternyata itu susah, butuh keberanian yang lebih buat bilang secara 'halus' itu, dan akhirnya malah ada yang nggak tega nolak ujungnya jadi kerjasama tapi kukulutus :))

    ReplyDelete
  2. Menerima kerjasama dari brand sejenis saat kita jadi ambassadornya ini memang kadang bikin galau ya. antara tergiur sama fee-nya sama kode etik yang enggak tertulis. Tapi sampai sekarang alhamdulillah masih setia sama satu brand susu sih. hehe

    ReplyDelete
  3. Untuk jadi content creator itu memang harus profesional ya...selalu menjaga etika saat bekerja sama dengan klien.

    ReplyDelete
  4. ibu yang satu ini tergercep banget ya ibu keren tulisannya serius

    ReplyDelete
  5. wahh jadi pengen ngepoin IDN creator network. kali aja.. ehehehe

    ReplyDelete
  6. Iyaayaa,
    harusnya gak semua content diterima.

    Tapi nanti jadi disirikin sama brang tersebut gak yaa...?

    ReplyDelete
  7. Profesional, itu koentjinya. Hihihi. Maksudnya ya kita tahu batasan² yg nggak boleh dilanggar dan mengerjakan job dengan sebaik mungkin.

    TFS! :)

    ReplyDelete
  8. Yes, ga semua tawaran harus kita ambil juga. Kalau ga nyaman ya tolak baik-baik, atau cocok tapi waktu ga memungkinkan, aku bilang no, aja

    ReplyDelete