First Meet Bandung Hijab Blogger

By Malia Siza - 10:34 AM




How to be J.K Rowling? Atau how to be Andrea Hirata? Bisa juga How to be Stephen King? By the way, tau kan orang-orang yang saya sebutin? Mereka adalah penulis-penulis besar yang karyanya sudah mendunia dan pernah diangkat jadi film layar lebar. Setiap pergi ke toko buku liat buku karya-karya orang lain mejeng, sering kesambet dalam hati, kapan yaa, karya kita yang giliran dipajang trus dibeli orang untuk dibaca? (*sambil ngela napas hhhh....)

Jangankan di toko buku, tiap masuk kamar, liat rak buku, semuanya karya orang. Mulai dari bukunya Ayah Pidi Baiq, Sita Karina, Asma Nadia dan banyak lagi, kebanyakan sih komik, hehehe

Kenapa sih harus nulis, My? Biasanya, orang yang suka nulis itu berawal dari suka baca. Mostly, mungkin secara tidak sadar, alam bawah sadarnya memacu si pembaca untuk menulis. Kalau saya sih gitu, awalnya umur 4 taun dibeliin Mama buku Alice in Wonderland, itu buku pertama belajar baca. Dari situ suka minta dibeliin buku lagi sampe langganan Bobo. Dari baca itu, mulailah pikiran ini berimajinasi dan suka ngarang-ngarang tokoh dan cerita. Inget banget waktu SD pernah ngarang cerita hantu judulnya Maria dan ditulis di belakang buku pelajaran.

credit www.amazon.co.uk

Nulis menulis itu berlanjut ke SMP. Saya ikut SMP Boarding school. Salah satu temen asrama suka banget baca sampai bawa buku-buku bacaannya ke asrama. Dari situ suka pinjem dan mulai kenal novel Asma Nadia, Pipit Senja, Fahri Asiza, Helvy Tiana Rosa. Malah, kita pernah ikutan sayembara menulis cerpen meskipun ga jadi juara dan cuma masuk cerpen pilihan. Lupa lagi yang ngadain lomba siapa. Kalau nggak salah FLP (Forum Lingkar Pena), salah satu forum para penulis yang cukup tersohor.

Beranjak SMA sempet vakum nulis karena kesibukan. Writing can healing your soul itu bener adanya. Dengan menumpahkan segala keluh kesah dalam tulisan, I can through some of my hardest way in life. Kalian pasti pernah ngalamin suatu masalah berat sampai dititik losing identity. Trus sering nanya why me sih God, why?. Ketika diposisi itu, saya curahin semuanya dalam suatu cerpen dan di daftarin sayembara menulis cerpen remaja se Jawa Barat yang diadain oleh Balai Bahasa. Waktu itu liat sayembaranya di koran PR. Alhamdulillah menang juara satu dan saya satu-satunya anak SMA disana. Rata-rata yang ikut lomba dan jadi pemenang dua dan tiga itu anak kuliahan. Ada yang semester 3 ada yang mau lulus. Cerita cerpennya itu tentang seorang remaja yang setelah bunuh diri menyesal. Penyesalannya itu datang saat di detik-detik kematiannya dia ngeliat berbagai macam kejadian yang membuat dia sehausnya lebih bersyukur dan lebih menghargai hidup, dan masalah yang dia hadapi sebetulnya nggak ada apa-apanya ketimbang masalah temen satu kelasnya yang dia iriin karena dia pikir hidup si temennya itu lebih beruntung daripada dia dan ternyata engga.
Hasil menggalau :'')

Masa-masa kuliah dan kerja bener-bener buat vakum nulis. Terakhir nulis itu waktu lomba buat puisi di Majalah Kawanku dan jadi puisi terpilih aja. Awal kuliah sih pernah masih rajin kirim-kirim tulisan dan novel sampai puluhan, dan hasilnya...ditolak semua dan kulelah. Akhirnya berhenti deh nulis untuk waktu yang sangat lama.
Hasil bertepuk sebelah kaki :')

Selain tekad yang kuat, lingkungan yang dorong kita untuk terus nulis itu sangat amat diperlukan. Setelah diajak temen di tempat kerja dulu waktu di Global Art (Ka Sandra) yang kemudian ngenalin saya dengan salah satu anak ahensi yang rajin nulis, dimana Mba Nesa ini menjerumuskan saya ke dalam komuniats nulis dan Alhamdulillah sampai sekarang kebawa-bawa jadi dipaksa nulis terus. Maacih Nesa dan Ka Sandra :*

Join dari satu komunitas ke komunitas nulis lainnya untuk selalu dapat pengalaman dan networking tentunya. Bergabunglah sekarang dengan komnitas Bandung Hijab Blogger yang diketuai oleh Ibu Rara yang ketje. Saking ketjenya, kami, sampe dikasih card member gitu. Seandainya card membernya bisa sekalian gesek tunai ya Ra :P
Initation


Card Member unyu gitu yak

Penampakan Member Bandung Hijab Blogger

Di komunitas ini, banyak share tentang kepenulisan. Dari cara nentuin niche nya, awal mula menulis, dan tips tips menulis. Berdasarkan pengalaman pribadi, berikut 5 tips membuat tulisan.

Jangan hanya niat, but DO!


credit pixabay

Sering, ada niat segunung untuk buat tulisan atau novel tapi nggak pernah terealisasiin. Kadang kala kita harus maksa diri sendiri buat target menulis. Selama ini target saya sih deadline, karena dikejar-kejar setor nulis hehehe.

Buku tulis dan pulpen dibawa selalu.

credit pixabay

Kenapa sih mesti pake buku dan pulpen My? Pan notes di hape juga bisa keles. Nggak kekinian banget anaknya tuh, urdu. Jangan salah. Dengan latihan nulis pakai tangan, bukan ngetik pake jari, otak kita terangsang untuk bekerja baik.

Tulis apapun yang terlintas.


credit pixabay


Ilham datangnya dari mana aja. Seorang Helvy Tyana Rosa pernah ngasih tips untuk mencari ide tulisannya, beliau sampe waktu bangun tidur, habis mimpi, dia langsung tulis mimpi yang baru dialaminya. Kita kan nggak pernah tahu ya ide bisa datang pas lagi apa aja. Sebelum keburu lupa, ada baiknya ditulis dulu. Dibuat semacam kotretan gitu.

Banyak Baca.


credit pixabay


Dengan banyaknya baca buku karya orang lain, selain wawasan kita semakin luas, kita juga bisa dapet potongan-potongan inspirasi untuk bahan tulisan kita.

Coba lagi, latihan terus.

credit pixabay

Untuk mendapatkan tubuh ramping, shape bagus kayak Jennifer Bachdim, perlu latihan yang konsisten. Menulis pun gitu, kalau tulisan kita ingin lebih terstruktur, gaya bahasa yang enak dibaca, rame aja gitu bacanya, kita harus sering latihan nulis. Untuk gaya bahasa, banyak penulis awalnya bingung menentukan gaya bahasa tulisannya seperti apa. Sampai kadang, kita sibuk meniru gaya bahasa penulis lain yang terkenal atau yang jadi penulis favorit kita sampai kita lupa identitas diri. Dengan latihan terus, nanti juga kita nemu sendiri kok gaya bahasa kita seperti apa.

Nah sekian beberapa tips yang bisa kita share. Semoga bermanfaat untuk kamu yang lagi bingung mau mulai nulis darimana. Inget, niat aja nggak cukup :P.


Selamat menulis J

  • Share:

You Might Also Like

14 comments

  1. nice to meet u Malia, tulisannya bagus, sampai ketemu di event selanjutnya .. :)

    ReplyDelete
  2. teteeeh, keren banget udah banyak penghargaan dari hobi nulisnya .. ajarin aku menulis yang baik yaaa :) ditunggu sharingnya teteh cantik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahahaha sama-sama masih belajar kok akupun :D

      Delete
  3. Teteeeeh keren banget sihhh. Makasih ya buat sharingnya. Semoga kita bisa ketemu di event selanjutnya

    ReplyDelete
  4. Wah ternyata teteh juga suka banget baca noveeel. Aku punya buanyaaaak bgt noveel kita kapan kapan mungkin bs sharing hehehehehhe .... btw tulisanya bagussss teh, sampai ketemu di acara selanjutnyaaa yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuyuyuu..boleh tukeran novel. Banyaknya aku komik sih hahahaha tapi novel juga ada kok.

      Delete
  5. Waah pengalamannya ok nih, self reminder banget juga tulisannya. Sampe ketemu lagi ya teh :3 jadi ga sabar denger sharingnya lagi nihh

    ReplyDelete
  6. ibu yang satu itu selalu keren tulisannya, see u beb

    ReplyDelete
  7. Junjunganque Jennifer Bachdim dibabawa hahaha, eh kita mah udah bukan lagi first meet yes hahah. Duh ieu cenah dek kolab tulisan blog belum jadi wae :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa...kapan dong kapaaan. Banyak PR yaa hahaha

      Delete